25 Juli 2018

IP ADDRESS

  • Pengertian IP Address dan Kelas-Kelasnya


    Pengertian IP Address
    IP address adalah alamat identifikasi komputer/host yang berada didalam jaringan. Dengan adanya IP address maka data yang dikirimkan oleh host/komputer pengirim dapat dikirimkan lewat protokol TCP/IP hingga sampai ke host/komputer yang dituju.

    Setiap komputer/host memiliki IP address yang unik sehingga dua komputer/host yang berbeda tidak boleh memiliki IP address yang sama dalam satu jaringan.

    Format IP address
    IP address dinyatakan dalam struktur bilangan biner yang terdiri atas 32 bit dengan bentuk sebagai berikut.

    xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    Misalnya
    11000000000010100001111000000010

    Agar kita mudah membaca IP address, maka 32 bit bilangan itu dibagi ke dalam 4 segmen yang masing-masing berisi 8 bit. Kedelapan bit itu bisa disebut oktat.
    Selanjutnya, setiap oktat diterjemahkan ke dalam bilangan decimal. Misalnya :

    11000000     =     192
    00001010     =     10
    00011110     =     30
    00000010     =     2

    Adapun nilai terbesar dari 8 bit adalah 11111111 atau sama dengan 225. Dengan demikian, jumlah IP address seluruhnya adalah 225 x 225 x 225 x 225.

    Struktur IP address terdiri atas dua bagian yaitu bagian networkID dan hostID. NetworkIDmenunjukkan ID alamat jaringan tempat host-host berada, sedangkan hostID adalah bagian yang menunjukkan host itu berada. Sederhananya, networkID seperti nama jalan sedangkan hostID adalah nomor rumah dijalan tersebut.

    Guna memudahkan dalam pembagiannya maka IP address dibagi-bagi ke dalam kelas-kelas yang berbeda, yaitu sebagai berikut.

    1) Kelas A
    IP address kelas A terdiri atas 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host sangat besar. Pada bit pertama diberikan angka 0 sampai dengan 127.

    Karakteristik IP Kelas A
    Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
    Bit pertama : 0
    NetworkID : 8 bit
    HostID : 24 bit
    Oktat pertama : 0 - 127
    Jumlah network : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
    Rentang IP : 1.x.x.x - 126.x.x.x
    Jumlah IP address : 16.777.214

    Contoh


    IP address 120.31.45.18 maka :
    · NetworkID = 120
    · HostID = 31.45.18


    Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120

    2) Kelas B
    IP address kelas B terdiri atas 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama, diberikan angka 10.

    Karakteristik IP Kelas B
    Format : 10NNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
    Bit pertama : 10
    NetworkID : 16 bit
    HostID : 16 bit
    Oktat pertama : 128 - 191
    Jumlah network : 16.384
    Rentang IP : 128.1.x.x - 191.255.x.x
    Jumlah IP address : 65.534

    Contoh


    IP address 150.70.60.56 maka :
    · NetworkID = 150.70
    · HostID = 60.56


    Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70

    3) Kelas C
    IP address kelas C terdiri atas 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan berukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Pada 3 bit pertama, diberikan angka 110.

    Karakteristik IP Kelas C
    Format : 110NNNNN.NNNNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH
    Bit pertama : 110
    NetworkID : 24 bit
    HostID : 8 bit
    Oktat pertama : 192 - 223
    Jumlah network : 2.097.152
    Rentang IP : 192.0.0.x - 223.255.225.x
    Jumlah IP address : 254

    Contoh
    IP address 192.168.1.1 maka :
    · NetworkID = 192.168.1
    · HostID = 1
    Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1

    Kelas IP address lainnya adalah D dan E, namun kelas IP D dan E tersebut tidak digunakan untuk alokasi IP secara normal tetapi digunakan untuk IP multicasting dan untuk eksperimental.

      1. Tabel : Jumlah networkID dan hostID




        Kelas
        Antara
        Jumlah jaringan
        Jumlah Host Jaringan
        A
        1 s.d. 126
        126
        16.777.214
        B
        128 s.d. 191
        16.384
        65.534
        C
        192 s.d. 223
        2.097.152
        254



        Tabel : Rentang IP address untuk setiap kelas



        Kelas
        Alamat Awal
        Alamat Akhir
        A
        XXX.0.0.1
        XXX.255.255.255
        B
        XXX.XXX.0.1
        XXX.XXX.255.255
        C
        XXX.XXX.XXX.1
        XXX.XXX.XXX.255

        Subnet Mask

        Nilai subnet mask berfungsi untuk memisahkan network ID dengan host ID. Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan, apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan lokal atau nonlokal. Untuk jaringan Nonlokal berarti TCP/IP harus mengirimkan paket data melalui sebuah Router. Dengan demikian, diperlukan  address mask untuk menyaring IP address dan paket data yang keluar masuk jaringan tersebut.

        Network ID dan host ID didalam IP address dibedakan oleh penggunaan subnet mask. Masing-masing subnet mask menggunakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit groups dari semua satu (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID dari porsi IP address.


        Sebagai contoh, alamat kelas B: 170.203.93.5 bilangan binernya adalah:


        10101010 11001011 01011101 00000101


        Subnet mask default untuk alamat kelas B adalah :


        11111111 11111111 00000000 00000000


        Bisa juga ditulis dalam notasi desimal :


        255.255.0.0

        Tabel : Subnet mask untuk internet address classes


        Kelas
        Bit Subnet
        Subnet mask
        A
        11111111 00000000 00000000 00000000
        255.0.0.0
        B
        11111111 11111111 00000000 00000000
        255.255.0.0
        C
        11111111 11111111 11111111 00000000
        255.255.255.0

        Pengertian dan Perbedaan IPV4 dan IPV6 Dalam Jaringan

        Pengertian dan perbedaan IPV4 dan IPV6 serta kelebihan dan kekurangan IPV4 dan IPV6 serta fungsi IPV4 dan IPV6 dalam jaringan internet komputer tentu penting sekali untuk diketahui, dengan penjelasan sebagai berikut :

        Pengertian IPV4

        Internet Protokol 4 atau IPV4 yaitu jenis jaringan internet yang dipakai pada protocol jaringan IP/TCP memakai protocol IP pada versi 4. Adapun total panjangnya yaitu 32 bit, secara teoritis bisa mengatasi sampai 4 miliar komputer house maupun lebih, yakni tepatnya sekitar 4.294.967.296 host yang ada di seluruh dunia.
        Dimana jumlah host didapatkan dari 256 kemudian dipangkat 4, dengan begitu nilai maksimal alamat IP untuk versi 4 ini yaitu 255.255.255.255 yang mana nilai tersebut dihitung mulai dari nol, dengan begitu nilai total host yang bisa ditampung yakni 256 x 256 x 256 x 256 dengan total 4.294.967.296 host. Saat host di seluruh dunia telah melebihi kuota tadi maka diciptakanlah IPV6 atau IP versi 6.

        Pengertian IPV6

        IPV6 merupakan internet protocol dengan peranan untuk menggantikan versi IP saat ini, yakni IPV4 yang dipakai hampir selama 2 dekade. Adapun alasan utama melakukan upgrading menuju IPV6 ini yaitu disebabkan oleh persoalan IP Address. Berdasarkan InterNIC sendiri mereka telah kehabisan alamat IP pada kelas A dan B kemudian sekarang menuju ke kelas C.
        Saat ini mereka tak memiliki pilihan yang lain kecuali dengan melakukan upgrade IP menuju versi yang lebih baik. Adapun tujuan dari konvigurasi IPV6 ini yaitu untuk dapat mengatasi persoalan keterbatasan.

        Perbedaan Antara IPV4 dan IPV6 serta Kelebihannya

        Routing

        Untuk IPV4 performa routing akan menurun dengan ukuran pada table routing yang semakin membesar. Adapun penyebabnya yaitu pemeriksaan header MTU pada tiap hop switch dan router. Sementara IPV6 sendiri dengan routing yang lebih efisien dibandingkan pendahulunya, serta mempunyai kemampuan mengelola table routing lebih besar.

        Fitur

        Pada IPV4, jumlah alamat memakai 32bit dengan begitu jumlah alamat berbeda dan unik yang telah didukung jumlahnya terbatas atau hanya di atas 4 miliar jumlah alamat IP saja.
        Pada umumnya IPV4 sendiri hanya memakai 32 bit dengan begitu tak bisa mengimbangi pertumbuhan internet di seluruh dunia. Berbeda dengan IPV6 yang memakai 128 bit dengan dukungan 3..4 x 10^36 jumlah alamat IP unik.

        Mobilitas

        IPV4 memiliki ukungan mobilitas terbatas pada kemampuan roaming ketika beralih pada satu jaringan menuju jaringan yang lainnya. Sedangkan IPV4 mampu memenuhi keperluan mobilitas yang tinggi lewat roaming dari suatu jaringan menuju jaringan yang lain.

        Keamanan

        Walaupun umum dipakai untuk mengamankan sistem jaringan IPV4, tapi header IPSEC adalah fitur pelengkap pilihan dalam standar IPV4. Sedangkan IPsec sendiri dikembangkan seiring dengan IPV6. Fitur Header IPsec menjadi wajib pada standar implementasi IPV6.

      Bagikan

      Jangan lewatkan

      IP ADDRESS
      4/ 5
      Oleh

      Subscribe via email

      Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

      -Gunakan Bahasa Yang Sopan Saat Berkomentar
      -Dilarang berkomentar LINK AKTIF/Non-AKTIF
      -Dilarang Keras Meng Copy isi BLOG ( Copyright )